Author: ogieurvil

dua bingung..

Banyak orang yang kepengen dapet petunjuk.. Di Qur’an kata ‘petunjuk’ disebutnya ‘Hudan’.. Sejatinya ide2 baru, solusi, atau informasi dan ilmu2 yang baru diketahui juga bisa dikategorikan sebagai petunjuk.. Banyak yang berharap dapet petunjuk, tapi yang banyak dilupakan adalah: kondisi ataupun ‘trigger’ supaya petunjuk bisa cepat datang.. Disadari atau nggak, petunjuk itu seringkali dateng di saat seseorang sedang BINGUNG (QS:93.7) .. Di KBBI, bingung itu bisa berarti: (1) nggak tau mau ngapain, (2) nggak tau arah, (3) bodoh/tolol, (4) kurang mengerti, atau kurang jelas tentang sesuatu.. Nah, bingung tuh ada dua macem: Yang pertama: bingung natural.. Ini kondisi bingung yang diakibatkan siklus alamiah kehidupan, dimana seseorang sedang berada dalam kondisi blangsak atau terpuruk.. Hidup kan nggak selamanya mules, eh mulus.. Ada masa2 dimana seseorang dalam kondisi mentok, nggak tau harus ngapain lagi.. Biasanya di situ malah dapet petunjuk atau ilmu2 baru untuk lebih bisa ngadepin hidup.. Sesuai sama sebuah teori kreativitas: “Creativity comes from constraints..” Yang kedua adalah bingung artifisial (buatan).. Ini bingungnya orang tengil atau songong (dalam arti positif).. Sengaja cari masalah.. Wkwkwk.. Memasukkan dirinya …

no bucin..

Udah berulang kali fesbuk menampilkan memories dari tahun 2014.. Saat dulu gw bikin2 gambar iseng buat mempopulerkan Jokowi.. Beragam gambar dengan tokoh komik gw bikin untuk ‘memprovokasi’kan dukungan.. Tapi ya itu dulu.. Karena ya dulu itu seneng lah ngeliat orang biasa bisa jadi presiden.. Jadi terbuka kemungkinan: anak dan cucu kita yang warga biasa, masih punya peluang untuk bisa jadi pemimpin nomor satu di negeri ini.. Ya, itu dulu sih.. Sayangnya sekarang ceritanya udah jauh berbeda.. Mulei saat anaknya maju jadi walikota (yang awalnya katanya cukup mau berbisnis saja..), eh lanjut juga yang satu lagi jadi ketua partai hanya dalam waktu dua hari, dll.. Itu udah di luar nurul gw dan nggak habis fikri.. Dulu di periode awal banyak hal negatif tentang Jokowi yang gw counter.. Salah satunya ada temen yang bilang “Mana swasembada pangannya ??”.. Gw “cebokin” dah tuh.. Gw bilang, mewujudkan swasembada pangan perlu waktu yang nggak sebentar bro.. Tapi menjelang 10 tahun jadi pemimpin, ealaahh impor beras malah naik jadi berjuta2 ton.. Gw dikibulin dengan sempurna.. Wkakakak.. Ditambah lagi pilpres 2024 kemarin …

neraka-surga..

Belum lama sempat nulis soal pemaknaan dunia-akhirat versi ketiga.. Dunia maknanya badan/lahir (fisik atau material), akhirat adalah batin (non-fisik/non-materi atau mental).. Kalo di akhirat versi kesatu (sekuensial), nanti bakalan ada dua tempat dimana manusia akan tinggal: neraka dan surga.. Lantas di mana posisi neraka dan surga ini dalam perspektif dunia-akhirat versi ketiga yang lebih berorientasi ke masa sekarang ?? Ada ulama2 (seperti Buya Hamka) yang berpendapat, bahwa neraka dan surga sebenarnya ada jug di saat manusia menjalani hidup sekarang ini.. Neraka terbuat dari api yang rasanya panas atau nggak nyaman, bahkan menyakitkan.. Karena akhirat dimaknakan sebagai batin, mental, ataupun kondisi hati, jadi ingat2 saja apa yang membuat batin atau hati kita jadi terasa “panas” atau nggak nyaman.. Bisa benci, dendam, iri dengki, kemarahan, keserakahan dan semacamnya.. Ya bayangin aja kalo seseorang menyimpan hal-hal tersebut di batinnya dalam waktu lama.. Dirinya sendiri bisa ‘rusak’.. Banyak nyinyir dalam keseharian, terus2an “mikirin” orang yang dibencinya.. Akhirnya hidup jadi banyak ngeluh, nyari2 kesalahan, mencari2 hal2 yang nggak penting, dan dampaknya produktivitas menjadi melempem.. Vibrasi jadi sering berada di level …

gen mutan..

Banyak pakar menyetujui, bahwa lukisan yang berada pada tembok gua2 di zaman pra-sejarah adalah bentuk kreativitas manusia.. Pendek kata, banyak yang setuju kalo seni adalah bentuk kreativitas manusia yang tertua.. Pertanyaan para ilmuwan kemudian berlanjut.. Darimana si “cave-man” belajar gambar ??.. Koq tauk2 bisa gambar ?? Mosok panggil guru privat ?? Lah gurunya dulu skill gambarnya darimana ??.. Nonton tutorial di youtube ?!?.. Kan jelas nggak mungkin.. (^_^!) Pertanyaan kemudian mengkerucut menjadi: bagaimana awal munculnya kreativitas manusia ?? Gw suka sama teorinya Klein dan Edgar (2002), dalam bukunya “The Dawn of Human Culture” yang menyatakan bahwa kreativitas di masa awalnya dapat terjadi karena mutasi genetik.. Mutasi genetik yang terjadi sekitar 20 ribu sampai 50 ribu tahun yang lalu itulah yang ‘men-trigger’ terciptanya lukisan di gua2 itu.. Kenapa suka ? Karena cukup ‘make sense’ aja.. Dan dari baca2, mutasi genetik bisa disebabkan oleh lingkungan, ataupun non-lingkungan seperti ‘ujug2’ atau spontan aja gitu, atau bisa juga karena terjadi kesalahan dalam replikasi DNA.. Jadi, mungkin aja ‘sense of art’ atau ‘sense of creating’ si manusia pra-sejarah tersebut muncul …

v3rsi akhirat..

Sejauh ini, ada tiga versi makna akhirat yg gw ketahui.. Pertama: dunia akhirat itu ‘sequential’ (berurutan), abis hidup di dunia, lantas di akhirat.. Jadi sifatnya ‘nanti’.. Ini makna paling awam dan mayoritas dipahami.. Gimana nggak ?? Dari awal sekolah, makna ini yang pertama kali di’pasang’ oleh orang2 sekitar kita.. Saking populernya dan diyakininya makna ini, jadinya hidup ya untuk ‘nanti’.. Kurang ‘hidup’ di masa kini-nya, nggak perlu menikmati serunya persaingan di dunia ini.. Mangkanya sering denger: “Nggak papa kalah di dunia sini, yang penting menang di akhirat nanti..” Versi kedua dari perspektif teori spatial dimension.. Dimana alam dunia ini adalah wujud ruang waktu 3 dimensi.. Alam jin, ruh, serta alam akhirat adalah alam2 lain yang memiliki jumlah dimensi lebih tinggi.. Alam yang jumlah dimensinya lebih tinggi pasti ‘meliputi’ alam yang jumlah dimensinya lebih rendah.. Contoh, pada gambar bentuk kubus 3 dimensi, di dalamnya pasti kita bisa melihat ada wujud bidang datar (2 dimensi), yang di dalamnya juga pasti ada wujud garis (1 dimensi).. Dimensi 3 meliputi dimensi 2 dan 1.. Dengan perspektif ini: jin, ruh …