Ramainya generative AI yang membuat gambar, musik, atau lainnya dari teks promt, jadi timbul pertanyaan: bisakah komputer menjadi kreatif ??
Dari sekian banyak bacaan referensi buat ngajar matkul kreativitas, nggak ada sih yang menyatakan “bisa”.. Mulai dari definisi kreativitas, sampai prosesnya, ‘kualitas2’ yang menjadikan sesuatu itu bisa disebut kreatif, banyak yang nggak ‘masuk’ saat disemat-kan ke komputer..
Seperti pakar kreativitas Teresa Amabile yang menyatakan; kreativitas bukanlah proses algoritmik, dimana urutan dan strukturnya sudah jelas untuk kemudian menghasilkan output yang jelas pula.. Kreativitas justru muncul dari ketidak-jelasan masalah dan beragam jalur yang bisa ditempuh untuk menghasilkan solusi..
Sistem komputer bekerja dengan mengikuti perintah/instruksi yang spesifik tanpa kesalahan.. Sedangkan kreativitas bukanlah prosedur yang sekedar mengikuti perintah, dan terkadang kesalahan2 malah bisa jadi pemicu seseorang untuk memunculkan ide2 kreatif yang baru..
Gw udah nyoba Dall-E dan Leonardo Ai untuk bikin visual.. Tapi ya gitu, rasanya memang seperti nggak melakukan proses kreatif.. Salah satu ciri sesuatu bisa disebut kreativitas adalah adanya niat atau kesengajaan.. Karena disengaja, maka gambaran kasar hasilnya umumnya sudah ada duluan di kepala..
Berkarya seni grafis, musik, tulis, video atau produk, bukanlah tebak2 buah manggis, atau seperti melempar dadu dan menyerahkan pada “chance” atau “gimana nanti” hasilnya seperti apa.. Kalo AI kan begitu cara kerjanya.. Bikin promt, hasilnya kita duga2, atau kita liat nanti jadinya seperti apa..
Substansi penting dari kreativitas adalah orisinalitas dan keunikan.. AI bisa menghasilkan gambar2 yang bagus dan baru, tapi secara kulit, bukan substansi.. Substansi keunikan karya umumnya ditentukan oleh style atau ‘gaya’ dari karya tersebut.. Dalam konteks karya visual, pencipta substansinya adalah manusia pembuat style yang diperoleh dari penajaman skill bertahun2..
AI ‘mempelajari’ style2 gambar / ilustrasi tersebut (banyak yang tanpa izin) dan menjadikannya dataset, dari jutaan karya manusia.. Seandainya dataset itu diisi hanya dengan gambar anak2 TK, maka sebagus dan sedetail apapun prompt-nya, tetep aja yang akan keluar adalah visual gambar anak TK.. Mana bisa yang begitu disebut kreatif ??..
Klaim: ini style-nya si A, ini style-nya si B, dan seterusnya, hanya bisa dilakukan oleh manusia.. Nggak ada yang bisa meng-klaim ini style-nya MidJourney, ini stylenya Leonardo Ai, ini stylenya Flux, dst..
Gw bukannya anti Gen-AI.. Dalam sejumlah aspek, ia memang bisa membantu sejumlah pekerjaan.. Dalam membuat gambar ataupun background slide materi ajar gw misalnya..
Cuman kadang, ada juga yang jadi mengalami ‘ilusi kreativitas’.. Mangkanya ada orang yang pake Gen-AI untuk bikin gambar, terus merasa kreatif, seakan2 dia adalah seniman/illustratornya.. Terus berani buka kursus online, bawa2 kata kreativitas.. Lucu kan jadinya.. (^_^!)/
