Sejauh ini, ada tiga versi makna akhirat yg gw ketahui.. Pertama: dunia akhirat itu ‘sequential’ (berurutan), abis hidup di dunia, lantas di akhirat.. Jadi sifatnya ‘nanti’.. Ini makna paling awam dan mayoritas dipahami..
Gimana nggak ?? Dari awal sekolah, makna ini yang pertama kali di’pasang’ oleh orang2 sekitar kita.. Saking populernya dan diyakininya makna ini, jadinya hidup ya untuk ‘nanti’.. Kurang ‘hidup’ di masa kini-nya, nggak perlu menikmati serunya persaingan di dunia ini.. Mangkanya sering denger: “Nggak papa kalah di dunia sini, yang penting menang di akhirat nanti..”
Versi kedua dari perspektif teori spatial dimension.. Dimana alam dunia ini adalah wujud ruang waktu 3 dimensi.. Alam jin, ruh, serta alam akhirat adalah alam2 lain yang memiliki jumlah dimensi lebih tinggi.. Alam yang jumlah dimensinya lebih tinggi pasti ‘meliputi’ alam yang jumlah dimensinya lebih rendah..
Contoh, pada gambar bentuk kubus 3 dimensi, di dalamnya pasti kita bisa melihat ada wujud bidang datar (2 dimensi), yang di dalamnya juga pasti ada wujud garis (1 dimensi).. Dimensi 3 meliputi dimensi 2 dan 1..
Dengan perspektif ini: jin, ruh dan makhluk gaib lain dinilai ‘wajar’ bisa melihat manusia, tapi kita nggak bisa melihat mereka.. Karena mereka berada di dimensi yang lebih tinggi.. Manusia hampir mustahil untuk bisa paham atau mengalami konsep 4 dimensi ke atas.. Kecuali nanti pas meninggoy, baru deh tuh pindah dimensi.. Akhirat meliputi dunia, maka apapun yang kita lakukan di dunia, pasti berdampak ke akhirat..
Versi ketiga: dunia adalah badan (fisik atau material), akhirat adalah batin (non-fisik atau mental).. Di Qur’an disebutkan, akhirat lebih utama daripada dunia.. Dari perspektif ini maksudnya: Batin atau mental (non-fisik) itu lebih penting (atau bisa lebih dahsyat) dari badan fisik / materi..
Fisik dan materi seringkali menjebak, baik itu yang sifatnya finansial (korupsi, kong kalikong, maling, judol) atau yang sifatnya “kedagingan” (yaah, tau sendiri lah).. Enak, mudah, dampaknya pun instant.. Rusak dunianya, rusaklah moralnya..
Batin lebih dahsyat maksudnya: batin baik, dunianya akan ke-ikut, dan juga sebaliknya.. Kalo luka fisik umum kayak benjol, memar, keseleo, atau lainnya bisa sembuh dalam hitungan hari, minggu, atau bulan.. Luka batin, kayak patah hati, dengki, dendam, anxiety, depresi, dan lainnya, sembuhnya bisa bertahun2, bahkan bisa sampe dibawa mati.. Ada mahasiswa gw yang mengakui divonis anxiety, akhirnya berujung DO.. Yang kena Major Depression juga ada.. Kasian banget..
Buat gw, non-fisik itu juga termasuk akal-pikiran.. Fisik / materinya ya otak.. Mangkanya akal (pemikiran) begitu penting.. Dengan versi kedua & ketiga: “Utamakan akhirat, tapi jangan lupakan dunia”, jadi bisa dipraktekkan saat ini, sehari-hari..
