Sejauh ini, ada beberapa analogi kehidupan yang gw tau.. Yang pertama: hidup adalah perlombaan atau pertandingan.. Hidup ibarat track balap lari atau arena tanding.. Jadinya, hidup penuh dengan persaingan, adu cepat, adu sukses, atau adu-adu yang lain..
Yang kedua: hidup adalah perjalanan atau sekedar mampir lewat saja.. Ini sering ditemukan dalam perspektif agama.. Ya namanya perjalanan, bisa santai, bisa menikmati apapun dalam perjalanan.. Tapi ya gitu, ‘sense of competitiveness’ jadi kurang terbangun.. Akibatnya, jadi nggak ada suatu impian / goal yang harus dikejar.. Hidup seadanya pun tak apa..
Yang ketiga gw dapet dari konsep psikologi Adler: hidup adalah tarian kontribusi.. Hidup ya ‘menari’ terus saja, masing2 orang cukup memperhatikan panggungnya masing2, tidak perlu pusing memikirkan panggung orang lain.. Cukup menari dengan bahagia menebar kontribusi / manfaat.. Dan karena tarian, pastilah bergerak (tidak ada tarian yang diam), nanti tauk2 akan sampai di tempat2 yang nggak terduga..
Pilih yang mana ?? Atau bisa juga di-‘mix and match’.. Kalau seorang atlit, pilihan pertama jelas lebih cocok.. Karena kompetisi memang sudah menjadi inti dari profesinya, dan menjadi juara adalah targetnya..
Yang kedua sepertinya bisa dipilih kalo lagi stress.. Karena disadari atau nggak, kondisi tanpa persaingan seringkali membuat diri ini jadi ‘lembek’.. Yang ketiga saat ini contohnya makin banyak.. Menari atau berkarya aja secara tekun, berencana oke, tapi fokus lebih pada tarian harian.. Psikologi Adler tidak mengenal ‘pesaing’ atau lawan, adanya teman seperjuangan..
Seperti si Juki, atau TahiLalats, yang berkesan konsisten menghibur audiens dengan karyanya. Tarian kontribusi mereka berhasil membawa mereka ke tempat yang sebelumnya mungkin nggak mereka duga..
Dari ketiga analogi di atas, ada satu benang merah kesamaan supaya optimal menjalaninya: kenali diri sendiri.. Sebelum bertanding tau dulu diri ini ‘apa’, kuda pacu pasti kalah saat balapan di kolam renang.. Atlit badminton pasti akan bingung bermain di lapangan tennis..
Perjalanan hidup ibarat game RPG, tentukan diri ini, apakah warrior, swordsman, archer, atau magician supaya bisa lebih menikmati dan menebar manfaat selama perjalanan.. Tinggikan skill, karena petualang yang ber-skill tinggi tentu lebih dihargai ketimbang yang low-skill atau malah no-skill..
Melakukan tarian kontribusi pun perlu tahu diri dulu diri ini penari apa ??.. Kalau penari Jaipong, pasti agak ogah memilih musik disko sebagai musik pengiringnya.. Makin seseorang tau seluk beluk tarian dan potensi kelenturan tubuhya, semakin oke tariannya, dan berpotensi semakin disukai banyak orang..
Apapun analogi kehidupannya, sepertinya ada satu poin penting: menjadi otentik..
“Authenticity is about being true to who you are, even when everyone around you wants you to be someone else..” – Michael Jordan.

Menjadi otentik dan berkontribusi 👍
LikeLike