favourite, me|write, my life stories, spiritual, think sotoy
Comments 16

personal transformation..

Untitled-1Yeeeeyy…  Alhamdulillah, periode ngajar semester genap ini udah berakhir.. Yang sangat gw syukuri di semester ini, gw ngajar mata kuliah kreativitas untuk semester dua.. Berarti ada kemajuan, yang taon kemaren cuman ngajar satu mata kuliah, sekarang jadi dua.. Dan Alhamdulillahnya lagi, kalo liat materi2 kreativitas tiap pertemuan yang gw susun sendiri tiap minggu, meski belum sempurna, paling nggak Insya Allah bisa “dapet” deh gambaran besar tentang kreativitas itu apah..  Mulai dari sejarah, teruuusss sampe sekarang kreativitas di abad 21 sekarang itu gimana, ternyata lumayan kompleks dan terjadi banyak pergeseran2.. Seperti misalnya dulunya kreativitas itu “gift” atau karunia tertentu hanya untuk sebagian orang saja, dan sekarang kesimpulannya adalah kreativitas bisa dipelajari oleh siapapun selama orang itu memang MAU menjadi kreatif..

Di tahun 2000an ini, ada yang memandang kreativitas sebagai kemampuan problem solving, kerja keras & determinasi tinggi, kemampuan menarik hubungan atas hal2 yang tadinya gak nyambung, sebuah kemampuan proses berfikir seseorang, sampe ada juga yang melihat kreativitas sebagai gaya hidup seseorang..  Rowe (2004) dalam bukunya “Kecerdasan kreatif” memaknakan kecerdasan kreatif itu sebagai cara2 seseorang menerima dan menyikapi dunia sekitarnya, fokus pada apa yang ada di diri dan diluar diri, kemudian mampu memanfaatkan itu semua secara maksimal untuk hasil yang ia ingin capai atau impikan..

Gw liat pengertian dari Rowe ini erat kaitannya dengan cara sebagian orang mengartikan kata “bersyukur”.. Memaksimalkan semua potensi yang ada di dalam diri dan diluar diri.. Dan Alloh udah janji, barang siapa yang bersyukur, pasti akan dilipat gandakan.. Jadi nggak heran dah kalo orang2 kreatif itu cenderung lebih mudah untuk menjadi sukses.. Karena bisa dibilang sudah ada titik temu dari dua sudut pandang, yakni sains dan agama.. Meski belum terbukti secara riset (namun sudah ada sejumlah orang yang mempercayai), gw pribadi meyakini adanya benang merah antara spiritualitas dengan kreativitas seseorang..

Gw seneng banget sama bukunya si Jane Piirto (2011) yang judulnya “Creativity for 21st Century Skills”.. Dia bilang kreativitas itu sangat berkaitan erat sama kepribadian atau personalitas seseorang.. Jadi untuk menjadi kreatif, sebaiknya seseorang itu belajar untuk mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu.. Itulah kenapa, menurutnya, para pengajar materi kreativitas harus memberi stimumulus2 tertentu, sehingga yang diajar nantinya bisa mengalami “personal transformation”.. Sebuah kondisi dimana seseorang menjadi lebih intens dan lebih menyeluruh memandang siapa dirinya, serta lebih mampu melihat dirinya bisa berpotensi menjadi apa…

Si Jane juga bilang, kreativitas itu sebuah “inner process” dimana seseorang nantinya akan mulai bisa mengenal diri idealnya secara keseluruhan.. Dan dengan transformasi kreatif yang mereka alami sendiri, nantinya mereka akan berkembang dan benar2 bisa menjadi apa yang mungkin bagi dirinya..

Jadi, bukan berarti semua mahasiswa 3 kelas yang gw ajar kreativitas di semester genap ini, setelah ngikut kelas gw otomatis langsung menjadi kreatif.. Gw berharap sih, mereka mau baca2 lagi semua materi yang gw kasi, terus lanjut ke tahap kontemplasi atau perenungan atas diri.. Dan sampai akhirnya mereka menemukan “peran” atau mengetahui alasan Tuhan “meletakkan” mereka diatas muka bumi ini.. Dan saat mereka dewasa nanti, gw berharap mereka nggak jadi “zombie” dari pekerjaan.. Tapi bisa ngejalanin pekerjaan yang mereka justru malah merasa “hidup” saat melakukan pekerjaan tersebut.. Amiinn..

Socrates bilang: “Gnothi Seauton” (Kenaliah dirimu..)… Ali bin Abi Thalib juga menyatakan hal yang hampir serupa: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya..”

Advertisements

16 Comments

  1. Nah bikin anak kita bisa memiliki ‘kecerdasan kreatif’ ini penting, krn hidup kedepannya sdh begitu banyak tantangan

    Like

    • yes.. setuju.. jaman sekarang dan di masa depan, kreativitas beneran bisa jadi modal penting buat kita bisa maju..

      Image Hosted by ImageShack.us

      Like

    • meniru atau menjiplak itu nggak bisa dibilang kreatif.. Ada jurus ATM kan, Amati Tiru Modifikasi.. Tetap harus dimodif.. Jangan ATP, Asal Tiru Plek… hehehe.. Sebenernya gak ada yang benar2 baru di dunia ini, nggak ada ide yang murni 100% original.. Ngomongin definisi kreatif sendiri itu luas banget.. Kalo ada 20 buku kreativitas, bisa jadi kita nemuin 20 definisi atau pengertian dari kreativitas.. Tp intinya, ada sesuatu yang berbeda dari sebuah karya kreatif, itu juga udah bisa dibilang itu karya original..

      Image Hosted by ImageShack.us

      Like

      • aku pernah baca gitu katanya meniru juga bagian dari kreativitas. aku sih sebenernya ga sepenuhnya setuju. lebih setuju yang seperti mas ogie bilang, mesti ada modifikasi.

        mungkin karena para penulis buku itu juga kreatif mas ogie, makanya mereka bikin definisi baru tentang kreativitas, hehe

        Like

  2. Yeay seneng sekali baca tulisan ini, setujuuuuuuuu banget!! seperti halnya kepemimpinan, seorang bisa menjadi pemimpin baik ketika ia telah mampu memimpin dirinya sendiri. Jadi kalau pak gurunya ini aja udah kreatif, mahasiswanya insya allah juga kreatif, setidaknya paham esensi dari kreatif itu sendiri seperti yang anda harapkan, sukses 🙂

    Like

  3. “Jadi nggak heran dah kalo orang2 kreatif itu cenderung lebih mudah untuk menjadi sukses.. Karena bisa dibilang sudah ada titik temu dari dua sudut pandang, yakni sains dan agama.”
    nah, kalau seniman itu pegimane tuh? ada bbrp teman saya yg seniman namun seringkali meninggalkan salat 😦

    Like

    • Hehe.. sama donk.. bukan cuman ninggalin sholat malah, yang mabok, bahkan ngegele’ jugak ada..

      Sekarang cakupan teori kreativitas sudah bergeser jauh.. Disini mungkin agak2 ketinggalan.. Paradigma lama, kreativitas selalu dihubungkan dengan profesi yang berbau seni atau artistik.. Sekarang jauuh banget dari itu.. Semua orang bisa terdefinisikan sebagai orang kreatif, baik itu ilmuwan, penemu, fisikawan, negarawan, pengajar, dll.. Contoh: Jokowi Ahok bisa disebut kreatif, karena melakukan terobosan berbeda yang nggak dilakukan pemimpin pada umumnya..

      Kalau masalahnya sudah dilarikan ke ninggalin sholat, bukan hanya seniman aja toh yang melakukannya ?? Semua orang berprofesi apapun gw liat banyak juga koq yang ninggalin sholat….(^_^)/

      Itulah kenapa gw seneng gimana si Jane mengaitkan kreativitas dengan pengenalan diri.. Kalo ditambah rumusnya imam Ali, kalo udah kenal diri, maka tahu Tuhannya.. Kalo udah tau Tuhannya dengan benar, gak mungkin seseorang berani meninggalkan kewajiban dari Tuhannya.. Dan biasanya, rasa syukurnya juga bakal tambah banyak.. (IMHO)..

      Image Hosted by ImageShack.us

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s