All posts tagged: pengetahuan

pengetahuan supir..

Dulu pas kuliah, gw ngerasa lebih suka diajar sama dosen yang juga sekaligus praktisi.. Entah kenapa, cara mereka membawakan materi berasa ringkas dan tepat sasaran.. Jelas2 terlihat bukan seperti hafalan belaka, tapi pemahaman dari pengalaman berkala.. Orang yang bicaranya sederhana, tepat sararan, langsung menjawab inti pertanyaaan, umumnya adalah orang yang benar2 paham.. Sepertinya mereka2 ini udah melihat dan mengalami sendiri adanya “gap” antara teori dan kondis lapangan, atau bahkan menjalani sendiri “pertarungan” sebenarnya, dan bukan pertandingan “seremonial”.. Seseorang bisa menjadi tahu, atau bahkan “hafal” teori apapun, namun yang jauh lebih hebat adalah mereka yang bisa menemukan teori untuk diketahui dan dihafal.. Karena yang menciptakan-lah yang sejatinya bisa paham secara mendalam.. Pernah dengar istilah Chauffer Knowledge ??.. Atau terjemahan bebasnya: “pengetahuan supir” ??.. Dan versus-nya; Planck Knowledge ??.. Dua istilah ini muncul dari kisah Max Planck (ahli fisika Jerman penggagas teori fisika quantum), yang setelah berhasil mendapatkan Nobel Fisika, ia sering “keliling” untuk menjadi narasumber soal teorinya itu.. Ia “touring” ke banyak tempat di Jerman bersama supir pribadinya.. Si supir sering nonton “ceramah”nya si Planck, sampe2 …

knowing is not a product..

Sepertinya masih banyak yang merasa kalo “udah tau” itu adalah hal yang final atau hasil akhir..  Cobalah kemukakan hal ini pada Jerome Bruner, ia pasti tidak sependapat.. Bruner adalah seorang Ph.D psikologi jebolan Harvard, sekaligus salah seorang pendiri Center for Cognitive Study di Harvard.. Dalam sebuah karyanya “Studies in Cognitive Growth” (1966), ia menyatakan “Knowing is not a product..” Menurutnya, seseorang bisa bener2 tahu akan sesuatu, jika dia bisa membangun makna dari informasi yang diterimanya, melalui penggunaan alasan2 atau “reasoning” (seperti kenapa bisa begini kenapa bisa begitu).. Nah, kondisi kayak gitu adalah bentuk dari sebuah “information processing”, dan bukan sebuah bentuk produk yang sifatnya final.. Maka Bruner berkesimpulan: “KNOWING IS A PROCESS, NOT A PRODUCT..” Banyak dari kita (termasuk gw juga) merasa, kalo sekedar tahu ayat Al-Qur’an saja sudah cukup oke.. Padahal kalo merujuk pada teori Bruner, kondsi kayak gitu hanya bagian dari sebuah proses, bukan hasil akhir.. Tanpa berpikir reasonable, mengkonstruksi makna, terlalu naif bila hanya berhenti pada tahap TAHU saja.. Mungkin ini juga yang jadi alasan kenapa ada orang2 yang tahu ayat Qur’an, …