All posts tagged: nusantara

archetype lokal..

Di dalam diri manusia, ada ‘pengetahuan bawaan’ yang diturunkan dari nenek moyangnya, dan mempengaruhi manusia berperilaku serta bermasyarakat.. Cal Gustav Jung menyebut hal ini sebagai Archetype.. Archetype merupakan sebuah pola tertentu yang menjadi bagian dari ‘collective unconscious’ manusia.. Karena adanya di dimensi “ketidak sadaran”, jadinya archetype ini sulit untuk dilihat secara kasat mata.. Apalagi bumi ini luas, jadi nenek moyangnya pun macem2, maka Archetype-nya pun bisa berbeda2.. Archetype sulit dilihat secara individual, karena merupakan ‘ketidaksadaran bersama’.. Ia akan kelihatan bila sudah mewujud dalam perilaku masyarakat; bisa melalui mitos, fenomena, seni, agama, dan sejarah.. Ia merupakan potensi terpendam, dan kemudian bisa teraktualisasikan melalui budaya.. Dr. Muhammad Faisal (2019), dalam bukunya “Generasi Kembali ke Akar” menyebutkan tradisi mudik lebaran merupakan contoh Archetype Indonesia.. Rela keluar sejumlah duit, mau bersusah payah menempuh padat dan macet dengan resiko kecelakaan demi melihat kampung halaman, kesemuanya merupakan pengetahuan yang turun temurun.. Beliau juga mengambil contoh definisi ‘pemuda keren’ versi lokal sebagai pola Archetype.. Mulai dari film “Darah Muda” tahun 1977 si Bang Roma, terus si Boy dari Catatan si Boy yang …

pake hikmah..

Semingguan lalu diberi amanat menguji sidang Karya Tugas Akhir sejumlah mahasiswa.. Alhamdulillahnya, sidangnya nggak online.. Sidangnya di dalam ruangan yang sudah disediakan kampus.. Namun tentu saja dengan protokol kesehatan yang ketat.. Tema2 yang diambil untuk tugas akhir oleh para mahasiswa biasanya memang beragam, dari yang “remeh” sampe yang bisa dibilang “kakap”.. Yang bikin gw seneng, ternyata di masa sidang tahun ini, ada banyak yang mengambil tema2 kearifan lokal.. Ada yang tarian, ada yang tentang aksara lokal, ada yang ketahanan pangan, sampe ada yang bikin komik tentang toleransi penduduk lokal dengan etnis Tionghoa.. Bagaimanapun, buat gw pribadi, kalo ada mahasiswa yang berani mengambil tema kearifan lokal, itu adalah sebuah nilai plus.. Terlepas nanti gimana si mahasiswa cakap atau tidak saat menyajikan karyanya, niat buat ngasi “plus”udah kebayang di kepala gw.. Karena budaya Nusantara bener2 luas dan beragam, dan gw cuman bisa mengeksplor “seupil” doang melalui Su’od dengan ke-Madura-annya.. Jadi masih ada banyak sekali “kepo” di dalam diri ini mengenai kearifan lokal.. Dan menguji ataupun membimbing tugas akhir mahasiswa, merupakan kesempatan buat gw untuk nambah wawasan mengenai …