All posts filed under: read|me

Ajarin susah

ini tulisannya adhitya mulya (seorang penulis).. Tulisannya bikin gw mikir lagi tentang teori kreativitas yang bilang: “kemapanan adalah musuh dari kreativitas..”.. Plus, bikin gw mikir juga cara mendidik anak gw nantinya.. Gw dapetnya dari grup whatsapp sih.. Semoga bisa bermanfaat.. SYARAT HIDUP October 12th, 2015 Generasi Sebelumnya: Ada seorang operations manager dari sebuah client kantor gue – yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang, “Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.” “Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask. “Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.” This may be simple. But this, blew my mind. ————————————————————————————————————— Dan setelah gue menjadi orang tua, di sini lah gue lihat banyak orang tua mulai mengambil langkaH yang tidak disadari, berdampak. “Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.” “Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.” “Waktu kecil, saya …

Pembelajaran Hakiki

Oleh Asep Sapa’at  (Praktisi Pendidikan, Direktur Sekolah Guru Indonesia) “Mengapa di Indonesia tidak seperti ini, Mama?” curahan hati seorang anak Indonesia di awal proses adaptasi ketika mengenyam pendidikan di Perancis. Ekspresi kekagetan yang teramat hebat. Lantas, hal berbeda apa yang terjadi di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dan Prancis? Saya tertarik mengungkap kisah perjuangan sahabat sekaligus guru kehidupan saya, Bu Wulan Sari dan suaminya, mendampingi kedua putranya bergelut dengan praktik pendidikan dan persekolahan di Prancis. ‘Tahu banyak tapi sedikit’, itulah ciri pendidikan Indonesia. Simak yang tersurat di kurikulum. Materi pelajaran sangat bejibun. Meski jumlah mata pelajaran dikurangi, jam pelajaran malah terus bertambah. Repotnya, materi pelajaran kerap tak relevan dengan kehidupan si pembelajar. Wajar jika anak tahu kapan dan siapa pelaku perang Padri, tapi mereka tak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Anak tak bisa internalisasi nilai sejarah, pun pelajari sejarah masa silam untuk bekal hidup di masa depan. ‘Ketika saya pindah ke Prancis, semuanya menjadi berbeda. Anak-anak saya harus downgrade setahun. Saya pikir hal ini mudah dilewati karena anak saya sudah belajar banyak materi pelajaran …

MANUSIA INDONESIA – Sarlito Wirawan Sarwono

Dapet share dari temen.. Bagus nih, wajib di taro di blog buat renungan.. hehe.. Dah gitu ngangkat teori Locus of Control yang pernah gw posting di sini.. MANUSIA INDONESIA Sarlito Wirawan Sarwono* Beberapa waktu yang lalu, ketika melintasi jalan Kapten Tendean, Jakarta, yang sedang direnovasi, saya terkejut ketika melihat salah satu backhoe (alat berat penggali tanah) bermerek “Samsung” (Korea), karena selama ini yang saya ketahui Samsung adalah produser HP, smart phone, gadget dan barang-barang elektronik, yang sudah jauh menggusur posisi Sonny dan Nokia (Jepang), tetapi bukan produsen alat-alat berat. Tetapi bukan itu saja, di Indonesia para Korea ini sudah mulai menggusur Jepang di bidang kuliner (Resto Korea versus Resto Jepang), budaya pop (K-pop, Gangnam style, Boys band, Sinetron Korea dll), dan otomotif (“H” dari Hyundai versus “H” dari Honda). Padahal Korea pernah “dijajah” Jepang (1876-1945) dan orang Korea punya dendam kesumat kepada orang Jepang. Tetapi dendam itu tidak dibalaskan dengan perang lagi atau agresi politik, melainkan dengan kerja keras yang menghasilkan prestasi di bidang teknologi, ekonomi dan budaya. Dalam waktu 70 tahun kita sama-sama melihat …

“Nggak Ada Nabi Yang Mengaku Alim..”

Cak Nun itu salah satu tokoh yang juga gw kagumi dengan pemikiran2nya yang “out of the box”, bisa menilai dari sudut pandang yang lain, bahkan aneh apik.. Hehe.. Meski tidak jarang dibilang sesat, kafir atau pun liberal, gw nggak ambil pusing.. Yang jelas banyak kalimat2nya yang membuat gw berpikir ulang soal cara2 diri gw menjalankan hidup & agama.. Berikut tulisan yang gw comot dari blog seseorang di sini: http://www.kompasiana.com/robbigandamana/nggak-ada-nabi-yang-mengaku-alim-think-different-ala-cak-nun-2_55a318d1937a61ea0a280ba0 “Nggak Ada Nabi Yang Mengaku Alim..” Jujur aku rodok sungkan nulis koyok ngene iki rek. Yang saya takutkan adalah orang menganggap saya ini hebat, pinter ngaji, tahu agama. Ketahuilah mblo, saya ini cuman seorang gentho bosok yang sedang berproses belajar agama. Maka saya sebisa mungkin tidak menyantumkan dalil-dalil biar tidak terkesan ngustadz (tapi pitutur Cak Nun nggak asal ngablak, semua ada dalilnya dan atau melalui proses ijtihad yang panjang). Semoga bisa menjadi bahan renungan dan pembelajaran. Yo wis lah, zuukk mariii.. ————————————————————————- Walaupun seorang ulama atau kyai, tapi Cak Nun selalu berpakaian seperti layaknya orang biasa. Bisa dikatakan ganok bedane karo wong dodol akik, buruh pabrik …