All posts filed under: spiritual

dua bingung..

Banyak orang yang kepengen dapet petunjuk.. Di Qur’an kata ‘petunjuk’ disebutnya ‘Hudan’.. Sejatinya ide2 baru, solusi, atau informasi dan ilmu2 yang baru diketahui juga bisa dikategorikan sebagai petunjuk.. Banyak yang berharap dapet petunjuk, tapi yang banyak dilupakan adalah: kondisi ataupun ‘trigger’ supaya petunjuk bisa cepat datang.. Disadari atau nggak, petunjuk itu seringkali dateng di saat seseorang sedang BINGUNG (QS:93.7) .. Di KBBI, bingung itu bisa berarti: (1) nggak tau mau ngapain, (2) nggak tau arah, (3) bodoh/tolol, (4) kurang mengerti, atau kurang jelas tentang sesuatu.. Nah, bingung tuh ada dua macem: Yang pertama: bingung natural.. Ini kondisi bingung yang diakibatkan siklus alamiah kehidupan, dimana seseorang sedang berada dalam kondisi blangsak atau terpuruk.. Hidup kan nggak selamanya mules, eh mulus.. Ada masa2 dimana seseorang dalam kondisi mentok, nggak tau harus ngapain lagi.. Biasanya di situ malah dapet petunjuk atau ilmu2 baru untuk lebih bisa ngadepin hidup.. Sesuai sama sebuah teori kreativitas: “Creativity comes from constraints..” Yang kedua adalah bingung artifisial (buatan).. Ini bingungnya orang tengil atau songong (dalam arti positif).. Sengaja cari masalah.. Wkwkwk.. Memasukkan dirinya …

neraka-surga..

Belum lama sempat nulis soal pemaknaan dunia-akhirat versi ketiga.. Dunia maknanya badan/lahir (fisik atau material), akhirat adalah batin (non-fisik/non-materi atau mental).. Kalo di akhirat versi kesatu (sekuensial), nanti bakalan ada dua tempat dimana manusia akan tinggal: neraka dan surga.. Lantas di mana posisi neraka dan surga ini dalam perspektif dunia-akhirat versi ketiga yang lebih berorientasi ke masa sekarang ?? Ada ulama2 (seperti Buya Hamka) yang berpendapat, bahwa neraka dan surga sebenarnya ada jug di saat manusia menjalani hidup sekarang ini.. Neraka terbuat dari api yang rasanya panas atau nggak nyaman, bahkan menyakitkan.. Karena akhirat dimaknakan sebagai batin, mental, ataupun kondisi hati, jadi ingat2 saja apa yang membuat batin atau hati kita jadi terasa “panas” atau nggak nyaman.. Bisa benci, dendam, iri dengki, kemarahan, keserakahan dan semacamnya.. Ya bayangin aja kalo seseorang menyimpan hal-hal tersebut di batinnya dalam waktu lama.. Dirinya sendiri bisa ‘rusak’.. Banyak nyinyir dalam keseharian, terus2an “mikirin” orang yang dibencinya.. Akhirnya hidup jadi banyak ngeluh, nyari2 kesalahan, mencari2 hal2 yang nggak penting, dan dampaknya produktivitas menjadi melempem.. Vibrasi jadi sering berada di level …

v3rsi akhirat..

Sejauh ini, ada tiga versi makna akhirat yg gw ketahui.. Pertama: dunia akhirat itu ‘sequential’ (berurutan), abis hidup di dunia, lantas di akhirat.. Jadi sifatnya ‘nanti’.. Ini makna paling awam dan mayoritas dipahami.. Gimana nggak ?? Dari awal sekolah, makna ini yang pertama kali di’pasang’ oleh orang2 sekitar kita.. Saking populernya dan diyakininya makna ini, jadinya hidup ya untuk ‘nanti’.. Kurang ‘hidup’ di masa kini-nya, nggak perlu menikmati serunya persaingan di dunia ini.. Mangkanya sering denger: “Nggak papa kalah di dunia sini, yang penting menang di akhirat nanti..” Versi kedua dari perspektif teori spatial dimension.. Dimana alam dunia ini adalah wujud ruang waktu 3 dimensi.. Alam jin, ruh, serta alam akhirat adalah alam2 lain yang memiliki jumlah dimensi lebih tinggi.. Alam yang jumlah dimensinya lebih tinggi pasti ‘meliputi’ alam yang jumlah dimensinya lebih rendah.. Contoh, pada gambar bentuk kubus 3 dimensi, di dalamnya pasti kita bisa melihat ada wujud bidang datar (2 dimensi), yang di dalamnya juga pasti ada wujud garis (1 dimensi).. Dimensi 3 meliputi dimensi 2 dan 1.. Dengan perspektif ini: jin, ruh …

HMAHMN..

Bagi yang muslim, pasti nggak asing dengan kalimat “Habluminallah dan Hablumminannas”, atau hubungan dengan Alloh dan hubungan antar manusia.. Dari dulu gw berpikir kalo konsep ini divisualkan, jadinya ada satu garis vertikal, yang ‘berdiri’ di tengah2 satu garis horizontal.. Tapi belakangan ini dapet perspektif yang lain.. Visualisasi seperti itu seakan masih belum komprehensif.. Seandainya kita adalah sebuah titik di dalam garis tersebut.. Saat kita bergerak horizontal ke arah kiri dan kanan, garis vertikal (Tuhan)nya jadi tidak bisa terbawa.. Seakan2 jadinya saat kita melakukan hubungan horizontal antar manusia, sangat mungkin untuk tidak ‘membawa’ Tuhan.. Dan pada kenyataannya ya ini kejadian.. Pedagang yang curang, pejabat yang korupsi, atau sejenisnya, relasi dan koneksi horizontal-nya bisa jadi banyak dan luas.. Namun karena nggak bawa2 ‘garis vertikal’, kemungkaran bisa terjadi, dan berdampak merugikan.. Juga sebaliknya, saat titik kita bergerak vertikal ke atas dan ke bawah, garis horizontalnya pun tidak terbawa ke atas / bawah.. Ini seakan-akan saat kita menjalin hubungan dengan Alloh, nggak perlu ‘membawa2’ manusia lain, jadi kayak ibadah individualis yang asyik sendiri.. Mangkanya kan ada orang yang ibadah …

orang vs manusia..

Pas lagi liat2 youtube tentang manusia, eh jadi keinget buku lama yang judulnya “Kembali Menjadi Manusia”.. Jadi ke-trigger aja di kepala “Hmm, ada ya orang yang bukan manusia.??”.. Emang apa bedanya antara orang dan manusia ?? Ternyata beneran beda.. ‘Orang’ itu kata benda yang nggak bisa jadi kata sifat.. Beberapa ciri kata sifat dalam bahasa sini; bisa ditambah dengan keterangan penguat ataupun pembanding, seperti: lebih, sangat, paling, dan sejenisnya.. Nggak ada tuh kalimat: “Gw lebih orang dari elu..”.. Atau “Pokoknya gw yang paling orang !!”.. (^_^!) Sedangkan manusia (human) ternyata bisa berubah jadi kata sifat, seperti: manusiawi dan kemanusiaan.. Gw bukan ahli bahasa, tapi seinget gw emang nggak pernah nemu kata “ke-orangan” dalam kalimat.. (^_^!).. Kita juga tidak asing dengan istilah peri-kemanusiaan, dan asing banget dengan istilah peri-keorangan (itupun kalo beneran ada).. Kalimat yang betul di beragam jenis bacaan pun: “Seorang manusia..”, bukannya “Semanusia orang..”.. Kalo pake “Semanusia orang” udah jelas salah.. Nah, kenapa kata ‘orang’nya duluan ??.. Apa makna-nya ??.. Bisa ditafsirkan: Jadi orang dulu, baru kemudian bisa menjadi manusia.. Ada yang menafsirkan, orang …