me|write, think sotoy
Leave a Comment

neo-alpha..

Pas liat2 fesbuk, eh lewat foto antrean beras jadul berdampingan dengan foto antrean beras sekarang.. Jadi inget ungkapan “History repeat itself”, sejarah berulang.. Waktu pengulangannya tentu tidak pendek, tapi bisa puluhan tahun..

Jadi inget juga teori generasinya Dr. Muhammad Faisal di buku “Generasi Phi” (2017).. Yang membagi generasi Indonesia berdasarkan masa remaja dan dewasa muda-nya: Alpha, Beta, Theta, dan Phi.. Generasi2 juga berulang, setelah Phi, akan balik lagi ke Alpha..

Menurut beliau, saat ini generasi Alpha baru (Neo-Alpha) sedang memasuki masa remaja dan dewasa muda.. Dari tahun kelahirannya, generasi ini lahir sekitar tahun 2005 ke atas.. Dan ciri pola dasar karakternya katanya sih akan sama dengan generasi Alpha awal (Founding Fathers) bangsa ini, seperti Soekarno, Tan Malaka, Buya Hamka, dsb..

Cara pandang generasi Alpha awal cenderung ideologis, religius, kedaerahan, nasionalis dan komunal.. Tantangan zaman yang mereka hadapi: kolonialisme dan mempersatukan bangsa.. Mungkin temen2 bisa juga mengamati, apakah mulai ada pemuda2 dengan karakteristik seperti ini ?..

Dan apakah iya kolonialisme dan persatuan bangsa kembali menjadi tantangan di negeri ini ??.. Kemarin sempet liat reels lagu mars pemilu yang lyric aslinya diubah, jadi ada kalimat: “Hak demokrasi pura2, tanda kita belum merdekaa..”..

Versi National Geographic, kolonialisme merupakan pengendalian oleh satu kekuatan atas sebuah wilayah atau bangsa dengan tujuan menaklukkan penduduk dan mengeksploitasi..

Saat beras dan pangan dikuasai pihak tertentu, utak atik konstitusi, kecurangan ataupun kasus2 korupsi terpampang di depan mata sekarang ini, kemudian rakyat nggak bisa melakukan apa2, bisakah ini masuk dalam konteks belum merdeka ??.. Penggalan lyric mars pemilu diatas bisa jadi renungan..

Tantangan zaman persatuan bangsa, apakah juga sedang berulang sekarang ini ??.. Dengan munculnya radikalisme, ataupun ‘semakin terpisahnya’ lintas sosial ekonomi, dimana si kaya tidak empati pada si miskin, atau yang bependidikan dengan yang kurang berpendidikan ??..

Gw penasaran dengan ‘works’ atau tidaknya teori generasi dari Dr. M. Faisal ini.. Yang gw pahami, teori bukanlah kebenaran, namun merupakan salah satu CARA untuk melihat kebenaran.. Lebih bijak untuk melihat kebermanfaatan sebuah teori ketimbang menilai benar salahnya..

Kalau mengacu pada teori beliau, maka bisa jadi nanti akan muncul tokoh2 baru dengan pola pikir Founding Fathers negeri ini.. Beliau menyebut Neo-Alpha sebagai “the truth seeker”, dan merupakan generasi paling unik dalam sejarah generasi.. Mereka berada di titik antara konservatif dan modernitas.. Melalui teknologi saat ini, mereka bisa kembali menggali local wisdom dan trend masa lalu..

Disebutkan juga, generasi Neo-Alpha tidak pernah puas dengan jawaban2 mendasar dan mainstream.. Mereka mencoba mencari jawaban2 alternatif, baik itu melalui sejarah, budaya, maupun lingkungan sosial mereka..

Hooo, semoga saja..

This entry was posted in: me|write, think sotoy

by

Unknown's avatar

"Tuhan.. tolong berikan rejeki berlimpah pada semua orang yang udah mampir ke blog ini.. Amiiinn.." ......(^_^!)

Leave a comment