me|write, spiritual
Comments 2

ulama keren..

Menurut tafsir Prof. Quraish Shihab, Allah melarang Ghibah (menyebut keburukan orang lain di belakangnya, meskipun itu benar) [QS.49:12], tidak hanya untuk saudara seiman.. Larangan ghibah juga berlaku bagi saudara dalam kemanusiaan, termasuk dalam kewarga-negaraan..

Supaya apa ??.. Ya supaya setiap orang sebagai warga negara, atau sebagai penduduk dunia ini bisa merasa aman dan nyaman.. Terhindar dari “kasak-kusuk” nggak jelas yang bisa menimbulkan prasangka buruk serta kebencian antar sesama..

Gw sangat menyayangkan tafsiran ulama top model begini nggak didengarkan.. Yang didengerin malah yang provokatif, yang menjelek2an, dan nggak menumbuhkan nasionalisme dan cinta kepada Ibu Pertiwi.. Hah ?? Apa pulak itu ??.. Mosok negara dianggap Ibu ?!?.. Ajaran dari mana ???.. Itu kan dari bahasa Sansekerta, punya agama lain..!!

Memang nggak ada kata Ibu Pertiwi di agama Islam.. Tapi coba lihat bagaimana ulama sekaliber Prof. Quraish Shihab memaknakan kata tersebut.. Beliau memaknakan: bahwa kita manusia ini berasal dari tanah, jadi tanah adalah Ibu kita..

Tanah yang kita pijak sejak lahir ini telah memberi kita banyak hal, mulai dari udara, air, cuaca, tumbuh2an, hingga yang sifatnya non-material: seperti nilai2 moral atau local wisdom yang diturunkan dari orang2 terdahulu..

“Anak yang pandai bersyukur pasti mencintai Ibunya..”, begitu tulis beliau.. So, sebagai “anak” yang baik, sudah sepatutnya berusaha menampilkan keindahannya, dan bukan malah menampakkan keburukannya.. Atau malah “durhaka”, dan mengusung ideologi yang bertentangan dengan yang telah ditetapkan para “founding fathers” di awal didirikannya negeri ini..

Dulu pemikiran radikal sempet masuk ke kepala gw.. Gara2 hanya melihat buruk2nya ini negeri.. Alhamdulillah berkat wejangan “jangan taqlid buta” dan “kemerdekaan berpikir” dari Buya Hamka, otak gw kembali terbuka dan bekerja..

“Cinta tanah air adalah perasaan yang sangat halus dan dalam di hati manusia.. Bahkan cinta tanah air itu timbul dari iman yang sejati.”, begitu tulis Buya Hamka dalam sebuah bukunya..

Untuk nasionalisme dan kecintaannya pada persatuan, Buya Hamka bahkan menyebut umat agama lainnya sebagai saudara.. Beliau sangat menghargai nilai2 luhur dari agama lain.. Entah gw yang emang “miss” atau gimana, tapi gw belum pernah menemukan tulisan beliau yang menjelek2an agama lain.. Yang gw temukan justru satu paragraf indah ini:

“Kata orang, aku ini dari golongan Islam yang taat ! Lebih dari itu ! – Aku tunduk pada ajaran meniadakan diri, pusaka Budha Gautama, aku tunduk kepada sari ajaran mengorbankan diri sendiri untuk kesentosaan Bani Insan, ajaran Isa Almasih; dan aku adalah pengikut akan faham: “Tiada beriman seorang kamu sebelum ia cinta kepada saudaranya sebagaimana cinta kepada dirinya”, ajaran junjungan Nabi Muhammad S.A.W..” – Buya Hamka, ‘Lembaga Hidup’ (1949)..

Advertisements

2 Comments

  1. Kalau direnungkan kita juga sering terperangkap dalam ghibah di medsos ya. Mungkin tanpa disadari. Quraish Shihab dan Buya Hamka memang ulama yg hebat dan menyejukkan.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s