me|write, spiritual
Leave a Comment

urus mayat..

Dua minggu lalu, Alhamdulillah ada kesempatan ikutan “Dauroh Janaiz”.. Apa tuh ??.. Sederhananya, pelatihan mengenai gimana “mengurus” jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menguburkan..

Lumayanlah, dalam waktu kurang dari setengah hari, jadi tau cara2nya.. Yang ternyata nggak segampang yg gw kira.. Malah, kata pematerinya, untuk mengurus kesemuanya itu, bagusnya dilakukan oleh minimal 3 orang..

Pematerinya juga asyik.. Beliau cukup fleksibel dalam mengakomodir perbedaan2 yang terjadi dalam mengurus jenazah.. Misal, ada yang diadzanin, ada yang nggak.. Ada yang setelah dikubur ditaburi kembang atau sejenisnya (khususnya oleh keluarga), dan ada juga yang tidak..

Beliau bilang, yah masing2 ada rujukannya.. Bisa jadi ada juga yang telah bercampur dengan budaya2 setempat.. Tidak perlu dipermasalahkan.. Silahkan saja pilih yang mau dilakukan yang mana.. Selama syarat2 utamanya terpenuhi.. Adeem deh pak Ustadz.. hehe..

Setelah ikut pelatihan ini, gw semakin meyakini kalau Islam itu sangat memuliakan manusia, tanpa membedakan ras / suku, kesemuanya diperlakukan sama.. Sampai udah jadi mayat pun tetap harus dimuliakan..

Gimana nggak ??.. Coba bayangin: kalo kita mau mengangkat atau menaikkan jenazah, harus bagian atas / kepalanya duluan yang dinaikkan, sebagaimana manusia di waktu hidupnya.. Dan sebaliknya, kalo kita mau meletakkan atau menurunkan jenazah, harus bagian kaki duluan yang turun dan menyentuh tempat ia diletakkan..

Waktu praktek memandikan, cara memindahkan mayat pun cara angkatnya minimal mesti 3 orang, dan dipeluk erat dari samping, masing2 “memeluk” bagian bawah, tengah, dan atas.. Jari2 orang yang “memeluk” pun mesti seperti mengunci, jadi tiap jari2 kiri & kanan harus saling masuk (seperti posisi jari tangan saat umat Kristen berdo’a)..

Alasannya kata pematerinya: supaya yakin kuat, dan jenazah benar2 nggak bisa jatuh.. Karena kata beliau, jenazah yang jatuh adalah aib, bahkan kata dia, kalo bisa diharamkan, ya diharamkan deh tuh jenazah jatoh ke tanah.. Baik saat dimandikan, dipindah2kan, atau saat dibawa ke kuburan..

Kenapa koq segitunya ??.. Karena jenazah jatoh bisa mengundang prasangka buruk pada diri jenazah, apalagi kalo kepala duluan yang jatoh.. Bisa2 nanti orang2 berprasangka nih jenazah waktu hidupnya gimana-gimanaaa gituu..

“Waaw, demikian dihormatinya si mayat..”, begitu pikir gw.. Sampe2 aib dan potensi munculnya prasangka buruk pada si mayat pun turut dicegah di dalam tata cara mengurusnya.. Dan ini berlaku atas jenazah muslim, apapun profesinya.. Meski itu jenazah preman atau koruptor sekalipun, hal2 yang bisa “membawa” pikiran kita ke arah situ pun ditutup rapat2..

Tuntunan Islam dalam memperlakukan orang yang sudah mati saja seperti itu.. Eh, kitanya yang masih hidup malah kadang suka memberi perlakuan yang buruk pada sesama yang hidup.. Aib dibuka2, hoax disebar2, kebencian & prasangka buruk dibuka lebar.. Hiiiiiyyy….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s